English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Kamis, 22 Desember 2011

Renungan Malam


Sebuah keheningan malam menyapaku, menemaniku dalam sepi malam ini, hiasan indah nampak dilangit, yang bertabung setuja bintang, disitulah sejuta semangat, sejuta kesedihan, sejuta sepi dalam hidupku, semua terlihat indah, mengagumkan, dan terbentang di bentang langit, walau ku tak dapat mengartikannya, dan hanya bisa kulihat, begitu indahnya,, seperti saat kulihat bola matamu yang begitu indah, membuatku semangat melihat keindahan dari cintamu yang kian membara, sepi diantara kita sebagai tali kasih antara kau dan aku, sejuta kata kangen, berjuta kata rindu tlah kita ucapkan, dan mungkin sekarang hanya bisa berucap, tanpa sebuah pertemuan yang mengaggungkan, kau datang membawa sejuta semangat bagi diirku, kini kau hadirkan sebuah kisah yang tak pernah bisa kulupa, dan kini ku mulai menyayangi dirimu, aku sayang kamu, dan sekarang pula pikiranku tertuju pada sessosok wanita, dirimu yang bisa buatku melupakan segala kesedihan ku yang kini masih membayangiku, walau ku tak bisa ungkapkan itu semua, karena sebuah jarak mungkin suatu saat nanti, saat kita bertemu, kita kan berucap kasih sayang, yang tak ingin ku lupa, dan kini ku hanya bisa berharap kau lah yang terbaik dan yang terindah, kau malaikat penolong, kau bisa mengerti perasaan ini yang sedang terpuruk karena sebuah kebohongan dari segelintir orang, dari cinta yang lalu yang begitu menyakitkan bahkan menghancurkan hidupku.
kini ku sadari sendiri betapa ku merasa benci, merasa tak ingin pernah mengenalinya, karena ku terlalu takut, sekarang sulit bagiku mempercayai dirinya, setelah ku coba memperbaiki hubungan yang tlah retak, tapi rasanya sia-sia aku memperbaiki hubungan itu karena dia yang ku ajak memperbaikinya, ternyata tak pernah menyadari, dan tak pernah mendukung apa yang tlah coba ku lakukan buat dirinya, semakin hancur dan semakin terpuruk hati dan perasaan ini, bagaikan kaca yang pecah diantara kaca - kaca yang lain, tapi sekarang kau hadir dengan ketulusanmu, dengan keiklasan dari hatimu, mencoba mengumpulkan serpihan kaca-kaca untukku dan mengutuhkan kembali, walau mungkin tak dapat sempurna, tapi kan ku jadikan yang terindah, dan paling sempurna untuk diriku, karna ku tau sempurna bukan milik kita, sempurna hanya milik-Nya semata.
sebatas malam yang panjang ku tuliskan sebuah arti kerinduan dari hatiku untuk dirimu kini penghias hatiku, pengobat kesedihanku, dan semoga kan tetap begitu, berjalan seindah mungkin, dari diriku dan dirimu.
I Miss You Girl.

0 komentar:

Posting Komentar